Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam Mohammad Gomar salah seorang akademisi Hauzah Ilmiah Qom, yang turut berpartisipasi dalam Pawai Arbain Husaini tahun ini, menggambarkan suasana Arbain sebagai sesuatu yang tak terlukiskan. Ia berkata, "Ini adalah perasaan yang tidak dapat diungkapkan seseorang sampai ia mengalaminya sendiri."
Dia menambahkan, "Kami semua merindukan Arbain tahun ini, tahun lalu kami tidak berhasil terlibat karena pemberlakukan protokoler kesehatan yang ketat. Warga Iran selama setahun ini sangat merindukan untuk lagi larut dalam pawai Arbain. Banyak warga Iran yang tertahan diperbatasan dan harus pulang dengan kecewa."
Gamar meminta otoritas Irak dan Iran untuk kembali membuka perbatasan tahun depan sehingga pecinta Husaini dapat dengan mudah mengunjungi Haram Imam Husain as di Karbala dan turut hadir dalam Pawai Arbain.
Mahasiswa seminari ini menganggap cinta kepada Imam Husain as sebagai suvenir terbaik peziarah Arbain Husaini. Ia berkata, "Jika seseorang jatuh cinta, banyak masalah akan terpecahkan. Syahid Beheshti pernah berkata, "Cobalah untuk jatuh cinta, bukan sekedar bijaksana."
Di bagian akhir pernyataannya, dia berkata, "Banyak orang sampai berhutang untuk perjalanan Arbain ataupun menjual emas mereka, yang itu tidak mungkin kecuali cinta untuk Imam Husain as."